Jumat, 04 September 2015

Kendil Ajaib

0komentar

Komik tipis ini mengandung pesan moral yang nyaris selalu berulang: jangan lihat seseorang/sesuatu dari sisi penampilan belaka dan tolonglah siapapun tanpa pandang bulu, mau bulunya punya uang atau gak punya uang, tua atau muda. Jika butuh bantuan maka orang itu wajib ditolong dengan ikhlas dan sepenuh hati tanpa ada pamrih. Dengan begitu engkau akan mendapat ganjaran yang sertimpal.




Ceritanya seorang kakek misterius berkelana dari desa ke desa. Ketika kehausan dia menghampiri rumah seorang kaya dan meminta segelas air. Namun orang kaya itu menolak memberi. Kakek itu melanjutkan perjalanan. Ketika dilihatnya ada sebuah kedai makan. Dia meminta makanan kepada pemilik kedai, namun empunya kedai malah mengusirnya. Si kakek singgah di sebuah rumah sederhana. Seorang pemuda menyambutnya. Dia hanya punya sepiring nasi, namun melihat Si Kakek tampak lebih membutuhkannya maka diberikan nasi itu kepada Si Kakek. Si Kakek pun pulang. Selang beberapa hari Si Orang Kaya menemukan kendil terbuat dari emas, dia menyangka isinya pasti intan permata. Dia memanggil tetangganya. Di hadapan mereka dia membuka kendil emas itu, tetapi isinya ternyata ulat-ulat bulu yang banyak sekali dan mengerubuti rumah Si Kaya. Para tetanga berlarian merasa jijik. Sementara itu Si Pemilik Kedai menemukan kendil perak. Dia juga menyngka isinya adalah barang berharga, tapi begitu dibuka bau busuk menyebar hingga seisi kedai. Meski sudah ditutup bau itu tidak hilang. Kedai pun sepi. Kedua orang ini bangkrut dan hidup menggelandang. Sedangkan Si Pemuda menemukan kendil tanah liat di depan rumah yang ternyata isinya adalah emas dan permata. Dia sangat terkejut dan bersyukur. Dia lantas memberikan sebagian benda-benda itu kepada kaum miskin. Begitulah buah dari sebuah pertolongan kecil yang ikhlas.

Kamis, 03 September 2015

The Kite Runner (Komik)

0komentar
Khaled Hosseini

Komik Kite Runner
Judul buku                : The Kite Runner
Penulis                      : Khaled Hosseini
ISBN                        : 978-602-7662-09-4

Penerbit                    : Secondwind, Mizan, Bandung
Tahun terbit              : 2013
Jumlah halaman        : 136
Ilustrator                   : Fabio Celoni dan Mirka Adolfo

Harga beli                 : Rp. 10.000,-
Beli di                       : Yogyakarta
Tanggal beli               : 2 Maret 2014
Nilai                          : 3 dari 5

Terlepas dari masalah teknis penulisan akibat bahasa yang bertumbukan, novel The Kite Runner adalah salah satu novel terbaik yang pernah kubaca. Kisahnya manis, tentang persahabatan dua anak kecil berbeda kelas yang harus terputus karena suatu tragedi kelam dan perang di Afganistan. Filmnya sendiri aku sudah nonton dan menurutku sama baiknya dengan novel. Kupikir hanya soal waktu sampai ia muncul dalam versi komik. Tapi walaupun berformat komik ia tetap bukan diperuntukkan bagi anak-anak.

Apa yang kulihat? Seluruh hidupku
Komik ini secara teknis tidak diragukan lagi keindahannya juga pewarnaannya yang digarap serius. Sayangnya aku merasa komik ini amat sangat bergantung kepada dua media yang sudah dikenal lebih dahulu: novel dan film. Sehingga pembaca yang sudah akrab dengan cerita The Kite Runner tidak akan menemukan kesulitan menyimaknya. Tapi aku ragu komik ini akan cukup jernih bagi pembaca yang belum pernah membaca novel atau menonton filmnya terutama mengenai apa yang sebenarnya terjadi dengan Hassan dan anaknya (Sohrab) dalam hubungannya dengan Si Assef, orang sadis setengah gila yang jadi pejabat penting Taliban.

Senin, 31 Agustus 2015

Menghidupkan Singa

0komentar

Judul buku                : Menghidupkan Singa
Penulis                      : Pamira & A. Wakidjan (ilustrator)
ISBN                        : -

Penerbit                    : Pustaka Jaya, Jakarta
Tahun terbit              : 1976
Jumlah halaman         : 16

Harga beli                 : Rp. 2500,-
Beli di                       : Social Agency Jl. Kaliurang, Yogyakarta
Tanggal beli               : 9 April 2012
Nilai                          : 3,5 dari 5

Komik ini unik. Bukan hanya karena ia masuk kategori buku kuno dan langka terbitan 1976. Ceritanya dapat dikatakan teramat antik sekali, agak absurd dan agak horor (gory), pun ilustrasinya yang bisa dibilang aneh dan tidak seksi untuk masa sekarang (hanya terdiri dua warna:kuning dan hitam). Tapi justru dari keunikannya inilah yang membuat komik ini istimewa.



Ceritanya ada empat pemuda yang sudah seperti bersaudara. Mereka belajar kepada seorang guru yang sangat sakti. Setelah beberapa bulan berlalu. Pemuda pertama punya ilmu menyambung tulang belulang. Pemuda kedua mampu memasang daging dan bagian dalam tubuh ke tulang belulang tadi. Pemuda ketiga yang paling hebat, ia dapat memberi nyawa ke makhluk yang sudah disambung tulang dan dagingnya tersebut. Sedangkan pemuda keempat hanya punya kebijaksanaan dan rendah hati. Mereka berempat setuju untuk mengabdi kepada raja.


Di tengah perjalanan mereka melihat tulang belulang singa. Terbitlah keinginan untuk mencoba ilmu yang mereka dapatkan. Pemuda pertama menyambung tulang belulang itu, pemuda yang kedua menempelkan daging hingga berbentuk singa seutuhnya. Tepat saat pemuda ketiga akan menghidupkan singa, pemuda keempat memperingatkan ketiganya agar jangan menghidupkan singa itu sebab “singa tetaplah singa.” Tapi himbauannya tidak digubris. Singa itu tetap dihidupkan dan memangsa habis ketiga pemuda tadi, sementara pemuda keempat telah memanjat pohon yang tinggi untuk menyelamatkan diri. Gimana? Serem dan aneh kan? Makanya aku beli ini komik.
 

Buku Jino © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates